• iconJl. Duwet No. 1 Karangasem, Laweyan, Surakarta
  • iconadmission@upitra.ac.id

Admisi : Senin - Jumat 08:00-17:00

icon

Kontak

0811-290-7500

Artikel

<
Mahasiswa UPITRA Ubah Sampah Jadi Cuan Lewat Platform RESIK di Ajang Krenova 2026

Mahasiswa UPITRA Ubah Sampah Jadi Cuan Lewat Platform RESIK di Ajang Krenova 2026

Mengubah tumpukan sampah menjadi pundi-pundi rupiah bukan lagi sekadar impian bagi sekelompok mahasiswa Universitas Pignatelli Triputra (UPITRA). Di tengah riuhnya Solo Techno Park pada 14 hingga 15 April 2026, UPITRA memberikan inovasi terhadap pengelolaan sampah. Platform digital ini merupakan karya orisinal yang dibawa delegasi UPITRA dalam ajang Kompetisi Riset Unggulan Kota Surakarta 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surakarta.

Tim yang terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi—Evan Fajar Nugraha, Leonardo Reyhan, dan Surya Wicaksono ini menawarkan solusi konkret atas isu lingkungan di Kota Solo. Melalui proyek bertajuk "RESIK: Real-time Eco Friendly Solo Integrated Keeper", mereka menciptakan ekosistem digital yang menghubungkan penghasil sampah organik, pembudidaya maggot, hingga konsumen akhir.

Berbeda dengan aplikasi pengelolaan sampah biasa, RESIK fokus pada pemanfaatan Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai agen biokonversi alami. Di bawah bimbingan dosen pendamping, Vitalis Ari Widiyaningsih, S.E., M.Si, para mahasiswa ini berhasil mengawinkan ilmu akuntansi mengenai efisiensi biaya dan manajemen aset dengan teknologi lingkungan.

Evan Fajar Nugraha, perwakilan tim, menjelaskan bahwa ide ini berangkat dari keinginan untuk menciptakan nilai ekonomi dari limbah dapur. "Sampah organik sering dianggap beban, padahal punya nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan sistem yang terintegrasi. Lewat RESIK, kami ingin memastikan aliran sampah organik ini tercatat dan transparan, sehingga pembudidaya maggot tidak kesulitan bahan baku dan warga pun bisa mendapatkan keuntungan," ujar Evan di sela-sela presentasi risetnya.

Keikutsertaan mahasiswa Akuntansi dalam kompetisi riset teknologi ini menunjukkan bahwa UPITRA sangat serius dalam mengimplementasikan filosofi "Academic Excellence with Industrial Edge". Keunggulan akademik tidak lagi dikurung dalam batasan teori kelas saja. Mahasiswa didorong untuk memiliki ketajaman industri (industrial edge) dengan menciptakan produk yang mampu menjawab kebutuhan pasar dan kebijakan daerah.

Dari sisi akademik, riset ini membuktikan bahwa kompetensi akuntansi sangat relevan dalam membangun model bisnis berkelanjutan (sustainable business model). Sementara dari sisi industri, platform RESIK siap menjadi prototipe yang bisa diadaptasi oleh pemerintah daerah atau komunitas UMKM di Surakarta untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pakan ternak berbasis maggot.

Branding UPITRA sebagai kampus yang mencetak inovator kini semakin nyata. Kehadiran mereka di ajang BRIDA ini mempertegas posisi universitas sebagai mitra strategis pembangunan Kota Surakarta melalui riset-riset mahasiswa yang membumi.

Langkah Evan dan tim di Solo Techno Park hanyalah awal. Ke depan, proyek RESIK diharapkan tidak hanya berhenti sebagai materi kompetisi, tetapi bisa diuji coba secara luas di lingkungan pasar atau rumah tangga di Solo.

Prestasi ini menjadi pengingat bagi mahasiswa lainnya bahwa inovasi bisa datang dari mana saja, selama kita peka terhadap masalah di sekitar kita. Selamat untuk Tim UPITRA, teruslah berkarya dan bawa dampak positif bagi Kota Solo!

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *