Admisi : Senin - Jumat 08:00-17:00
Bagaimana sebenarnya manusia mengambil keputusan ekonomi? Apakah selalu rasional seperti yang diajarkan dalam teori? Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi pembuka diskusi menarik dalam seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Pignatelli Triputra (UPITRA), Jumat (13/04) di Auditorium UPITRA. Bekerja sama dengan salah satu universitas terkemuka di Jepang, Waseda University.
Seminar dengan tema Research Seminar on experimental/behavioral economics yang berlangsung di lingkungan kampus UPITRA ini menghadirkan Prof. Robert Veszteg, dosen dari Waseda University, Jepang, sebagai narasumber utama. Dalam sesi tersebut, mahasiswa dan dosen diajak melihat ekonomi dari perspektif yang lebih dekat dengan realitas perilaku manusia, bahwa keputusan ekonomi sering kali dipengaruhi oleh emosi, persepsi, hingga faktor sosial, bukan hanya logika matematis.
Dalam paparannya, Prof. Veszteg menjelaskan bahwa behavioral economics berkembang dari upaya memahami bagaimana manusia benar-benar bertindak dalam situasi ekonomi nyata. Melalui pendekatan experimental economics, para peneliti dapat menguji perilaku tersebut melalui berbagai simulasi dan eksperimen. Metode ini membantu para akademisi memahami bagaimana individu bereaksi terhadap insentif, risiko, maupun situasi persaingan. Hasil penelitian semacam ini sering kali digunakan untuk merancang kebijakan publik, strategi bisnis, hingga model ekonomi yang lebih realistis.
Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung aktif sepanjang sesi tanya jawab. Salah satu mahasiswa FEB UPITRA mengaku mendapatkan perspektif baru dari seminar tersebut. “Biasanya kami belajar ekonomi lewat model dan grafik. Tapi di sini kami diajak melihat bahwa keputusan ekonomi juga sangat dipengaruhi oleh cara manusia berpikir dan merasakan sesuatu,” katanya.
Pemahaman ini menjadi penting di era modern, di mana keputusan konsumen tidak lagi sepenuhnya rasional, melainkan dipengaruhi oleh pengalaman, emosi, dan lingkungan sosial.
Bagi FEB UPITRA, seminar ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan akademik mahasiswa sekaligus memperkuat budaya riset di lingkungan kampus. Kehadiran akademisi dari universitas internasional seperti Waseda University juga membuka ruang dialog lintas perspektif yang penting bagi perkembangan keilmuan.
Lebih dari itu, diskusi tentang behavioral economics dinilai relevan dengan pendekatan pembelajaran di UPITRA yang mendorong mahasiswa untuk memahami teori sekaligus melihat penerapannya dalam praktik. Dengan memahami bagaimana manusia membuat keputusan ekonomi, mahasiswa diharapkan mampu melihat dinamika dunia bisnis dan kebijakan secara lebih utuh. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UPITRA sebagai kampus yang menghubungkan pembelajaran akademik dengan kebutuhan industri dan praktik nyata.
Melalui kegiatan seperti ini, UPITRA terus memperkuat perannya sebagai kampus yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membentuk cara berpikir mahasiswa agar siap menghadapi kompleksitas dunia nyata. Hal ini juga mencerminkan pendekatan pembelajaran yang terus dikembangkan di UPITRA, khususnya di Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Mahasiswa tidak hanya diajak memahami konsep ekonomi secara akademik, tetapi juga melihat bagaimana teori tersebut bekerja dalam situasi nyata, baik dalam pengambilan keputusan bisnis, kebijakan organisasi, maupun dinamika pasar. Pendekatan ini membuat ruang kelas tidak terlepas dari realitas dunia profesional, sehingga proses belajar tetap kuat secara akademik sekaligus relevan dengan kebutuhan industri.
Leave a reply
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *